Hutan dan Gunung Bukanlah Tempat Sampah



Sebelum kita memulai perlu di ingat bahwa,
"Hasil produksi terbesar manusia adalah sampah".
"Gunung bukanlah tempat sampah".
"Bawalah turun kembali sampah dan peralatan kalian saat melakukan pendakian".

Sobat Pendaki, mari kita bahas tentang pencemaran limbah di Gunung.


Bolehkah kita mandi di Gunung? Sebenarnya sih tidak ada yang melarang kita untuk mandi di gunung. Boleh-boleh saja mandi, asalkan tahan dengan dinginnya air gunung,  bener ga?? Nah yang menjadi perhatian akhir-akhir ini adalah yang mandi, cuci, kakus (MCK) di gunung. Yang tidak mengerti atas efek limbahnya, biasanya tidak perhatian dengan ini. Coba lihat saja sumber-sumber air yang tercemar limbah sabun. Cekungan air di bebatuan yang terisi oleh kotoran-kotoran manusia. Sampah-sampah plastik bekas mandi yang berceceran mengotori sumber air. Bayangkan jika semua sumber-sumber air ini kotor dan kita hanya mendiamkannya? Wuaah,, mungkin beberapa tahun lagi kita susah sekali untuk mendapatkan air bersih lagi. Bahkan bisa jadi kita menjadi dehidrasi karena kekurangan air bersih. Selain itu, efek langsung bagi masyarakat sekitar sangatlah buruk. Sumber-sumber air yang sudah kita cemari akan dikonsumsi oleh warga sekitar. Jika warga menjadi sakit, kitalah yang sepatutnya bertanggung jawab dan berdosa atas kejadian ini. Jika sudah parah, bisa terjadi bencana kemanusiaan bagi warga dibawah  atau di sekitar gunung tersebut. Apakah kita tidak merasa kasian melihat efek atas perilaku yang merugikan ini.



3 etika yang merupakan prinsip dasar dalam kegiatan petualangan yaitu :
  • Take nothing but picture
  • Leave nothing but footprint
  • Kill noting but time.
Manusia yang baik adalah manusia yang tidak merusak lingkungan....!!!

Kita tidak ingin Ranu Kumbolo tercemar limbah sabun, sampo, odol serta sampah-sampah lainnya. Kita  juga tidak ingin sumber air Ranu Kumbolo tercemari oleh kotoran-kotoran manusia. Gunung akan menjadi kotor, kita yang mendaki pun merasa rugi, warga pun juga merasa dirugikan. Maka yang penting dan harus kita lakukan sekarang adalah mencegah pencemaran semua ini agar tidak terus terjadi atas kesadaran diri kita masing-masing.

 

Kita bertekad untuk menjadi pendaki yang bertanggung jawab dengan limbah kita. Jika kita ke gunung itu berarti kita bertamu, dan jadilah tamu yang sopan dan santun.
Selanjutnya, jika ada yang mencemari bahkan merusak, kewajiban kita adalah untuk saling mengingatkan. Dengan mengingatkan saja itu merupakan bentuk kepedulian kita untuk dirinya, lingkungan dan warga. Marilah kita berlomba-lomba untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Bukankah kita memang diperintahkan untuk saling berlomba-lomba dalam kebaikan? Semoga alam kita tetap lestari dengan tetap merawatnya.





EmoticonEmoticon